Diantaranya jalan edan itu sebut saja uka-uka atau manusia yang kerjanya memperdaya orang lain sehingga terbius kata-katanya. Kini zaman edan kalau gak ikut edan gak keduman. Tak heran manusia pun banyak yang mengambil jalan edan memburu uang bukan dengan logika tetapi penuh tipu daya demi kepentingan para oknum yang hidup dijalan uka-uka. Salah satu sumber yang ditemui Singaperbangsa jelas nampak mereka sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan uang atau apapun hanya dibuat seolah-olah mampu menggandakan uang dengn bantuan gaib yang sudah disusun jalan ceritanya.
Diantara mereka menyebut angka 1D sama dengan 1M banyaknya dibatasi minimal 20D sehingga uang yang dipersiapkankan manusia lagi mati kutu ini akan segera terwujud. Pucuk tiba ulampun tak pernah ada sampai akhirnya muncul masalah si pengganda uang dikejar-kejar konsumen. Disinilah uniknya para pemain sudah mempersiapkan jurus lain yaitu dengan mengguna-guna konsumen agar melupakan semua yang pernah terjadi. Tak heran banyak sekali korban berjatuhan hanya gara-gara ingin uang banyak dengan cara yang keliru.
Ada lagi cara yang dianggap modern yaitu melibatkan aparat “Oknum”yang mampu menyergap konsumen lalu sikat dan minggat. Cara ini disebut sebagai 1-2 dan yang digunakan uang beneran sebanyak 1M ditukar dengan uang uka-uka sejumlah 2M. Pemain menerima 1M ditukar dengan uang beneran yang dicampur sebesar 2M. Setelah terjadi transaksi tim penyergap segera nelaksanakan penyergapan dan uang 2M tadi diambil sebagai barang bukti dan selanjutnya acara damai ditempat. Dengan demikian konsumen kehilangan uang sebanyak 1M. Begitulah seterusnya hingga saat ini para pelaku masih nerkeliaran mencari mangsa.
Selain itu ada lagi istilah PO untuk menunjukkan barang bertuah disebuah tempat yang amat jauh agar pencari benda bertuah mengeluarkan ongkos menuju dimana benda itu berada. Biasanya sampai dilokasi benda itu direkayasa telah berpindah ke tempat lain yang dianggap angker dan terus diburu sampai si pencari benda bertuah kewalahan biaya. Sampai terakhir ada juga yang menyebut kalau toke binatang merayap itu laku miliyaran rupiah. Ada kambing kenit, ayam kenit, kucing berbulu tiga, kucing hitam dan segala jenis hewan aneh lain mereka jadikan ajang bisnis yang tak pernah ada ujungnya. Masya Allah (Oleh:Drs.Akam Sukandar).
Proses kejadian sejak dunia ini di ciptakan Allah SWT tidak pernah berubah dan selalu terus menerus terjadi dan terjadi. Kalau Allah yang menciptakan cukup mengatakan Kun maka Terjadi saat itu tanpa proses waktu. Namun apabila proses kejadian itu terjadi pada mahluk tentu membutuhkan waktu yang panjang dan berliku. Gambaran ibu bapak kita sebagai awal terjadinya manusia. Mereka memprosesnya dengan sangat panjang dan dimulai dengan perkenalan sampai ke pelaminan lalu terjadi pembuahan selanjutnya harus menunggu hingga 9 bulan bahkan bisa lebih. Maka terjadilah mahluk yang disebut insan atau manusia.
Drs H Ade Swara MH, kita jadikan ibrah seputar kata Kun bagi mahluk. Pada Pemilukada tahun 2005 telah memproses kejadian yang diinginkan untuk menjadi Bupati Karawang. Saat itu H Ade Swara, MH hanya runner up atau juara 2, namun H Ade Swara, MH yang agamis itu yakin kalau kejadian harus berproses, tak heran pada tahun 2010 ini beliau mencalonkan kembali sebagai Bupati Karawang kedua kali. Ternyata kata Kun maka jadilah H Ade Swara, MH terpilih sebagai Bupati dengan suara paling banyak. Segala macam kegembiraan bagi pemenang dan sejuta kekecewaan bagi yang kalah berbaur menjadi sebuah wacana.
Para pendukungpun bersorak meneriakkan kata Hidup H Ade atau hidup ASLI. Ingat semua kejadian sudah teratur berdasarkan literature Allah SWT. Semua kejadian sebagai amanah bagi mahluk untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di hadapan Allah.
Sebuah Firman mengatakan “Wamaa kholaktul jinni wal insi illa liya budun” artinya Aku jadikan mahluk yang bernama jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.
Terpilihnya H Ade Swara, MH sebagai Bupati Karawang 2010-2015 kita niatkan ibadah untuk membangun wilayah Karawang agar lebih maju dan sejahtera. Semoga H Ade Swara, MH jadi Bupati Karawang benar-benar pilihan rakyat dan bertujuan atau niat ibadah kepada Allah Sang Kholik. Selamat Berjuang pak Haji Ade Sawara Rakyat Menunggu Karyamu !
INFO REDAKSI
Majalah Singaperbangsa “Jangan Bodong”
Makasih pak Redaksi, saya bangga telah hadir di wilayah Subang Biro Majalah Singaperbangsa yang membawahi seluruh wilayah Kabupaten Subang. Namun saya berpesan kalau Majalah yang memiliki nama keren ini tidak bodong atau jadi wartawan tanpa surat kabar (wts). Mohon maaf kalau kritikan ini disampaikan agar Majalah Singaperbangsa maju dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
AKP Yanto
Kapolsek Blanakan
Jawaban Redaksi
Terima kasih pak Kapolsek atas infonya. Kalau melihat motto kami “sorot, kritik dan membangun” tentu kritikan pak Kapolsek ibarat sebuah obat untuk menyembuhkan penyakit yang diderita, ibarat air bagi yang kehausan, bahakan ibarat makanan bagi orang yang kelaparan. Tentang jangan jadi wartawan bodong tentu kritikan bukan hanya berlaku bagi Singaperbangsa akan tetapi bagi semua rekan yang suka kontrol ke daerah agar tidak jadi “wts”, oteng-oteng atau sejumlah nama lain yang maksudnya menjadi wartawan di sebuah media yang tidak eksis lagi. Kepada Polri sebagai mitra kami mohon dengan hormat dan tidak segan-segan mengkritik kekurangan kami selama bertugas. Bravo Polsek Blanakan !